Udah, panggil aja Mbul.

Sedikit suratan takdir yang gue gambarin lewat tulisan, biar bisa dikenang, merangsang untuk senyum dan ketawa kalo dibaca ulang, dan konyolnya gue lebih suka membuat dan mengabadikan sesuatu yang absurd. Salam kenal. Tos.



Sebagai orang yang merindu, aku terbangun. Merenung dalam gumam, di balik sepi. Bunyi detak jam yang dominan menemani. Prestasi ini kadang membunuh kerinduanku, memadamkan obor penerang. Untuk apa bersinar seperti bintang, jika jalan yang kau tempuh dicat dengan amis kutukan? Aku rindu keluarga, kurelakan itu, jadi kumohon jangan sia-siakan pengorbananku yang hanya untukmu.

Setiap insan butuh perhatian, lebih tepatnya diperhatikan. Kalo melihat dari segi karakter seseorang yang gak sama, tentunya perlakuan atau sikap untuk menujukkan maksud dan tujuan sudah pasti berbeda. Berikut ini ada beberapa contoh sikap, alasan dan pernyataan galau saat sedang berantakan gak tau harus gimana :
  • Sebenarnya perhatian, dalam hati peduli, tapi gak tau gimana ngungkapinnya,
  • Pengen perhatian setiap saat kayak rexona tapi terbatas oleh media komunikasi,
  • Pengen perhatian di sela-sela kesibukan tapi takut dikira basa-basi, sehingga memutuskan untuk diam.
  • Ada juga orang yang peduli pengen ngasih perhatian tapi hanya bisa diam karena waktu membatasinya untuk melakukannya,
  • Ada juga orang sebenarnya dia itu peduli di hatinya, tapi selalu terlihat kaku dan salah karena dia tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya perhatiannya.
  • Yang lebih kronis, ada juga orang yang bingung mau hadir dalam hidup seseorang (bisa temen, gebetan, atau ehem...pacar) yang awalnya biasa sama kita, tapi lama-lama beralih ke umat yang lain yang kemungkinan intensitas bertemunya lebih banyak.
Gue entah termasuk yang mana, dan kalian pernah merasakan yang mana guys? semuanya? haha.. Lalu, gimana dengan kebalikannya? Kalian udah ngasih perhatian nyata terhadap orang-orang galau yang ingin menunggu dipehatikan? Rumit ya, kalo mulai sekarang kita saling perhatian aja gimana? :-)

Sekarang tuh yang gue pahami adalah sebab perubahan seseorang itu adalah perasaan. Oke, kita semua adalah makhluk yang punya perasaan. Kemungkinan besar, seseorang yang sedang merasakan perasaan ketidakpastian dan ketidakjelasan bersama kita adalah alasan yang paling kuat bagi mereka untuk berpaling. Dan saat itu juga kita merasa kehilangan orang terdekat kita, kemudian menyadari Tuhan menentukan takdir yang berbeda. Kita juga harus menyadari bahwa diantara kita ada yang memiliki kepekaan perasaan yang lebih halus dari rata-rata orang. Mungkin dia lebih nyaman dengan dia, dia, atau dia.


CARA MENGUNGKAPKAN PERHATIAN DAN MEMPEROLEH PERHATIAN? AH, RUMIT..

Sedikit berbagi foto kegiatan Bidang 5 melalui program kerja LKMMD. Saya bangga dengan anak-anakku (read; kepanitiaan). Good job! Banyak konsep baru yang mewarnai diklat kali ini, beserta evaluasinya. Semoga semua itu akan menjadi pembelajaran yang baik untuk perkembangan sebuah organisasi. Semoga generasi-generasi HMP dari tahun ke tahun lebih loyal, lebih total, lebih membumi, mendunia dan bermental baja. Aamiin!





LKMMD HMP PGSD


Menjadi seorang pendidik sudah tentu harus mempunyai etika dan menjaga kode etik. Pada dasarnya sikap dan karakter seorang guru berbeda-beda alias beragam. Namun pertanyaannya, jika seorang guru diciptakan dengan pendidikan yang sama mengapa implementasinya di lapangan masih ada yang belum sesuai? Lalu, apakah jika layak salah satu sample (guru) yang di temui di lapangan itu dinyatakan sebagai kesimpulan bahwa kinerja guru itu bla bla bla..? Rasanya tidak adil jika demikian, namun pada kenyataannya pernyataan orang yang asal bicara dan berkata bla bla bla itu sangat mempengaruhi mindset orang lain terhadap kinerja guru.

Semakin dituntutnya profesionalitas seorang guru, maka guru sebagai tenaga pengajar dan pemberi informasi kepada siswanya tentu harus mengetahui bagaimana seorang guru yang profesional itu. Mengingat kembali, menurut PP No. 74 Tahun 2008 pasal 1.1 Tentang Guru dan UU. No. 14 Tahun 2005 pasal 1.1 Tentang Guru dan Dosen, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalar pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Guru sebagai pendidik professional dituntut untuk selalu menjadi teladan bagi masyarakat di sekelilingnya. Masyarakat akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru sehari-hari, apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak.

Selanjutnya, adakah perbedaan etika guru yang berada di desa dengan guru yang berada di kota? Pernahkah kalian merasakan perbedaan tersebut.

Mari kita bandingkan:
Selama perjalanan saya menempuh Pendidikan Guru Sekolah Dasar tentunya sudah sering kami melakukan observasi di berbagai sekolahan. Saya tidak bermaksud untuk membuka sikap buruk seseorang, hanya saja saya berharap dengan artikel ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita dalam menentukan sikap.

Guru di kota.
Saya pernah menemui seorang pendidik bahkan beliau seorang kepala sekolah, kami datang baik-baik ke ruang guru dengan membawa surat ijin observasi. Kedatangan kami memang di terima awalnya dan kami pun di ajak ke kantor kepala sekolah tanpa banyak bicara. Kami pun menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan kami, walaupun kami di terima tetapi jawaban ketusnya membuat hati kami teriris. "Kami bukan ngurusin kalian saja mahasiswa dari *** terus-menerus". Melihat kondisinya tidak memungkinkan kami pun tidak berani menentukan langkah yang telah kami persiapkan. Dan benar saja, saat itu kami akan melaksanakan Ujian Tengah Semester, ketika di konfirmasi kepala sekolah tersebut menentukan hari di mana kami pada hari itu UTS. Dengan ketus beliau menjawab "Saya tidak mau tahu kalian mau UTS atau tidak itu bukan urusan Saya. Yang penting dari pihak sekolah sudah menentukan demikian". Selain itu ada beberapa sikap lainnya yang menunjukkan ketidakramahan dari kepala sekolah tersebut. Akhirnya kami pun memutuskan untuk membatalkan observasi di SD tersebut dengan alasan pada hari itu kami ada Ujian yang dilaksanakan pagi hari. Fenomena pendidikan seperti ini, menyakitkan bagi mahasiswa, calon guru.

Guru di Desa.
Antara langit dan bumi. Itulah yang kami rasakan. Kedatangan kami di sambut dengan baik, begitu hangat dan bersahabat. Bahkan semua guru yang hadir saat itu manyambut dengan menyalami kami, dan mempersilahkan kami ke ruang tamu. Kami pun menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan kami, lalu menceritakan kondisi kami, guru yang menyambut kami pun menceritakan kondisi sekolah saat itu. Karena kendala waktu yang kami alami, guru tersebut terlihat berusaha memberikan layanan yang terbaik dengan turut mencarikan solusi dari masalah yang kami hadapi hingga menemukan solusinya. Selain itu kami dijamu selayaknya seorang tamu, segelas teh hangat menemani perbincangan kami. Kebetulan sekolah ini terdapat 2 guru yang menjadi instruktur K13 dan saat itu juga beliau menawarkan untuk ikut dengannya ke salah satu SD dan menelpon pihak sekolah tersebut tentang keberadaan kita. Akhirnya kami berangkat ke SD tersebut untuk melakukan observasi. Di sana kami pun di terima dengan baik. Setelah observasi kami dipersilahkan ke kantor yang ternyata telah disiapkan minum dan makanan. Baru kali ini kami sebagai mahasiswa yang melakukan observasi dijamu sedemikian rupa. Kami mengunjungi 3 SD di desa yang sama, namun perlakuan mereka terhadap kami sama. Ramah, dan bersahabat.

Dari cerita tersebut, kalian bisa membandingkan. Memang tidak semua Guru di kota seperti itu, dan tidak semua guru di desa pun demikian. Semua pada dasarnya adalah berasal dari dalam diri seorang guru itu sendiri. Dan juga berasal dari bagaimana tipe seorang pemimpin yang membawa suasana di dalam ruang lingkup kerjanya.
Jika ada pernyataan "Guru juga Manusia", itu bisa di terima apabila dalam pekerjaan terkadang guru kurang teliti atau guru terlambat datang ataupun guru meminta izin tidak mengajar karena ada kerabat yang meninggal ataupun sedang memiliki hajatan. Namun jika dalam lingkungan kerja, tiba-tiba ada beberapa mahasiswa yang datang untuk melakukan observasi di sambut dengan tidak baik, dipersulit prosesnya, bahkan di tolak mentah-mentah dan seringkali di tolak dengan wajah dan bahasa yang ketus. Apakah sikap tersebut sudah sesuai dengan etika profesi guru? Guru juga manusia tetapi dalam menempuh pendidikan sebelumnya guru di bekali dengan ilmu dasar yang sama selama pendidikan. Bukankah tidak sulit untuk bersikap ramah kepada semua orang? Guru itu bertugas untuk memanusiakan manusia, tidak patut ditiru apabila guru tidak dapat memanusiakan mahasiswa apalagi mahasiswa tersebut adalah calon guru.

Terimakasih, ini sekedar curahan hati kami yang sulit kami ungkapkan lewat kata. Kami hanyalah junior kecil yang tak dapat membantah.

Kalau kalian punya pengalaman yang menarik tentang hal ini, silahkan comment aja. :)

GURU DI DESA VS GURU DI KOTA


Niatnya gue belajar buat UTS besok, sedikit berpaling dari niat. Gue ngajarin adek gue ngaji, ngapalin surat-surat pendek. Mulai dari surah Al-Fatihah. Surah dengan 7 ayat yang diturunkan pertama kali dengan lengkap ini mengawali pembelajaran kami kali ini.

"Dek, kamu hapal doa mau belajar?"
"Enggak bisa."
"Loh kalo di sekolah setiap pagi gimana? emangnya gak diajak gurunya buat baca doa sebelum belajar?
"Enggak" *jawaban yang meragukan*
*Masih gak percaya*
"Lah terus kalo mau pulang baca doa selesai belajar gak?
"Iya, baca."
"Coba, dibaca!"
"Gak bisa."

Kesimpulan: Dia asal jawab.

Gue minta dia buat baca surah Al-Fatihah. Awalnya dia bilang gak bisa, tapi ketika di pancing sedikit dia bisa. Hanya saja intonasi dan tinggi rendah juga lafal pengucapannya masih banyak yang harus dibenahi. Gue ngeluarin juz 'amma buat dia baca. Berulang-ulang hingga akhirnya ada perubahan.

"Dek, ayo coba lanjut ke surah An-Nas."
"Ah kecil, aku bisa..." ujar si ganteng sambil membalik halaman juz'ama.
Hampir satu menit lebih, suasana hening. Gue nungguin dia.

"Mbak, ini bacaannya gimana?"

Gue : -______-
Katanya bisa!

BELAJAR NGAJI



Ngomong-ngomong, hal yang bikin gue kaget adalah ketika gue bikin status di facebook tentang planning kepulangan gue, ada beberapa temen langsung nge-wall, ternyata selama ini mereka masih peduli sama gue yaa. Haha, GR.




Pertama, Mona Windy Fransiske. Dia sahabat gue di Solo, asal dari Palembang juga. Sengaja gue bikin kaget dan akhirnya dia nangis cantik karena gue gak bilang kalo mau pulang kampung.
Kedua, Roby Rendagi. Dia....Diaa....ehem. Orang pertama yang nge-wall gue. Gak nyangka, tuh anak responnya cepet banget. Tapi gue seneng.

***

Malam minggu, satu hari setelah gue nyampe di rumah. Malam yang sangat cerah, dan suasananya sejuk. Walaupun gue berada di rumah kakak gue yang bisa di bilang lumayan jauh dari pusat kota, gue tetep gembira lahir batin. Hahaa.. Malam itu sahabat gue ngajak jalan, awalnya gue masih agak lelah tapi ya akhirnya gue mau juga. 

Lisa orang pertama yang pengen nyulik gue. Dan bener aja, malam ini walaupun dia belum tahu letak pasti rumah kakak gue, dia nekat mau jemput gue. Ya, udah dipastiin akhirnya mereka pake acara nyasar-nyasar gitu. Dia jemput gue sama Roby dan Nata. Sempat berpikir sesuatu kok sama Roby dan Nata, tapi gue langsung menepis pertanyaan itu ketika mobil berwarna hitam datang menghampiri gue dan kakak gue yang sedari tadi menunggu di depan rumah.  

***

Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 8. Perjalanan kami untuk ke kota saja membutuhkan waktu 30an menit. Ya akhirnya Lisa minta ijin sama kakak gue supaya malam ini bisa tidur di rumahnya Lisa. Awalnya kakak gue gak ngijinin, yaudah kita akhirnya pergi dengan planning nongkrong di KFC. Tapi di jalan ada perbincangan hebat, Lisa dan Roby membujuk gue supaya minta ijin lagi sama kakak gue, singkat cerita akhirnya gue diijinin nginep di rumah Lisa. Dan, kami pun pergi ke Benteng Kuto Besak sekedar jalan-jalan, menikmati suasana malam di tengah keramaian para pedagang yang menjajakan dagangannya. Suasana yang sudah lama gak gue rasain. Sederhana.


Jangan iri ya, ini foto gue dengan background jempatan Ampera.












Kalo yang ini kita sempet-sempetin buat selfie di salah satu angkringan dekat Kambang Iwak atau yang sering disebut warga Palembang dengan singkatan "KI".









-------------------------------------------------------------------------------------------

Yeah, terimakasih buat malam ini Lisa, Roby, dan Nata.




FIRST TRIP - BENTENG KUTO BESAK (AMPERA)

Awalnya bercanda, tapi perkataan ini jadi doa. Setelah 2 tahun gue di perantauan, akhirnya balik juga ke kampung halaman. Kabar pulangnya gue tersebar dengan cepat, daftar oleh-oleh pun membludak. Entah siapa yang memulai, resiko punya banyak temen kali ya. hehe.

Memanfaatkan waktu liburan, H-4 Idul Fitri gue balik sendirian. Iya, sendirian! Wah, wah, beraninya gue. Jarak dari Solo ke Palembang memang bukan jarak yang dekat, terhitung 3 malam 2 hari jika perjalanan melalui jalur darat. Kenapa gue gak pilih jalur udara? Yap, pertanyaan yang bagus, walaupun butuh berhari-hari dalam perjalanan gue memang lebih suka lewat jalur darat. Selain bisa menikmati pemandangan secara live di kota-kota lain, lebih irit, aksesnya mudah, dan gue bisa naik kapal juga. Pokoknya asam manis menggunakan jalur darat itu semuanya gue nikmati. :)

***

Siang itu gue dianterin momsky dan si ganteng, nungguin bus di halte. Nunggunya lama banget, dari jam 12 sampe jam 3. Arus mudik yang padat dan juga dibarengi dengan runtuhnya jembatan Comal di Pemalang mungkin jadi salah satu penyebab utama kenapa bus yang akan gue naikin telat dateng.

Gue cium tangan momsky dan pelukan hangat pun mendarat sebelum gue naikin bus yang ditunggu-tunggu. Gak lupa, gue cium si ganteng sebagai tanda perpisahan sementara. Dan, gak lupa juga ngasih pesen buat si ganteng supaya gak nakal dan jagain momsky di rumah. Lalu, gue pun pergi meninggalkan kota Solo. Tujuan bus yang gue naikin ini adalah ke Magelang. Penumpangnya, hanya 5 orang. Yap, biasanya bus yang gue naikin selalu transit di Magelang. Sesampainya di Magelang, kami menunggu sebentar, di data kembali, kemudian nama para penumpang di panggil satu/satu dan diarahkan bus mana yang akan kami naiki sesuai jurusannya masing-masing.

***

Jum'at siang gue turun dari bus, sebelum gue turun terlihat beberapa penumpang dari bus yang gue naikin masih tertidur pulas. Mungkin mereka lelah setelah melewati perjalanan yang masih belum usai. Sebagian besar penumpang adalah orang tua yang sudah berumur 40 tahun ke atas. Benar-benar kondisi di dalam bus tersebut seperti orang-orang mudik pada umumnya. Sedikit bau kecut di kursi-kursi bagian belakang akibat mabuk darat yang di alami mereka. Beruntung gue duduk di bagian depan dengan mas-mas yang sopan dan beretika. Ya, namanya juga mudik! Ada yang tahan selama perjalanan ada juga yang gak tahan alias mabuk darat.

Well, dibalik rasa lelah yang gue punya, tersirat kegembiraan yang mendalam. Gue hirup udara kota Palembang dengan mengucap syukur. Walaupun di tengah kebisingan kota yang pembangunannya semakin pesat dan jalan-jalan mulai macet, gue sama sekali gak banyak berpikir tentang itu. Yang gue pikirkan apa yang akan gue lakukan selama di kampung halaman ini. Sesampainya di PO bus tempat bus gue berhenti, gue di jemput sama kakak gue. Kangen rasanya sama dia yang makin item.


Huaaaaaaaah.........Akuuu Pulaaaaaaang!

*bersambung*

PULANG KAMPUNG! (PART 1)

Beberapa hari lalu gue melihat SUPERMOON dengan mata kepala gue sendiri. Saksinya adalah sepanjang jalan Slamet Riyadi, Surakarta. Indah banget. Gue bawa kendaraan sambil terus menatap supermoon itu tanpa kedip. Sebelumnya kalian tau supermoon itu apa? Menurut berita yang gue baca, supermoon atau bulan super itu merupakan istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi. Sebenernya para ahli astronom sendiri belum tau istilah supermoon. Mereka menyebut bulan super dengan sebutan bulan purnama perigee. Suatu ketika ada seorang astrolog bernama Richard Nolle menyebut hal ini dengan istilah Supermoon hingga pada akhirnya menjadi sebuah nama yang lebih fenomenal dan mudah di ingat oleh semua orang.
 
Secara spesifik, supermoon merupakan bulan baru yang berjarak lebih lebih pada jarak 90% lebih dekat dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, penampakan bulan akan cenderung lebih besar dan lebih terang dari biasanya, meskipun hanya terjadi perubahan jarak dalam beberapa kilometer.

Kabarnya dari sumber yang gue baca, sebenarnya fenomena alam ini bakalan terjadi sebanyak 5 kali di tahun 2014, tapi dua supermoon udah terjadi di bulan Januari lalu. Kok gue gak tau? Kemana aja gue? Haish, lupakan. Yang penting masih ada kesempatan di waktu mendatang, karena fenomena supermoon akan hadir kembali pada tanggal 10 Agustus, dan 9 September. Sementara untuk penampakan bulan terbesar terjadi pada tanggal 10 Agustus, di mana bulan memang tengah berada di posisi terdekatnya dengan bumi yang hanya berjarak 356.896 km. Wah kalian penasaran?? Sama. Gue juga.

 ***

Gue bakal ngasih liat fenomena alam yang luar biasa indah dari berbagai negara, ini dia SUPERMAN, eh maksudnya SUPERMOON.

  • Supermoon di bawah ini di ambil dari atas bangunan Kongres Nasional Brasil. Foto yang diambil oleh Dennis A. di Brasilia, DF Brasil. Malam yang bertepatan dengan kekalahan Brazil dari Belanda di Estádio Nacional Mané Garrincha.
Sumber: https://flic.kr/p/o3hjjT
  • Kalo yang ini gue suka banget. Di ambil oleh Pat M. pada tanggal 12 Juli 2014 di New York. Nice composition, kan?
Sumber: https://flic.kr/p/ojfQpV
  • Ini ketika Supermoon naik ke timur Gunung Rainier National Park, yang diambil oleh Wilbur dari dekat Suntop lookout tower.
Sumber: https://flic.kr/p/o33aUe


Dan ini masih banyak lagi foto-foto yang bikin gue ternganga karena kagum atas ciptaan Allah SWT : 

















MELIHAT SUPERMOON DI ATAS JALAN SLAMET RIYADI

Gak cuma belakangan ini aja gue begadang di malam hari, hampir sepanjang malam gue sulit memejamkan mata. Gue tau, selama ini rasanya gue jarang banget mendapatkan dosis dari tidur malam yang baik. Kalo udah kayak gitu, terkadang gue ngelakuin aktivitas apa aja yang bisa bikin mata gue lelah lalu tidur dengan sendirinya. Aktivitas yang menjadi pilihan adalah mulai dari membaca buku, nonton televisi, nangkring di sosmed, bahkan mondar-mandir di dalem rumah cuma buat ngangkutin makanan yang ada untuk menjadi teman. 

Gue rasa masalah tidur yang gue alami ini juga sering menjadi keluhan banyak orang. Gue pernah baca di beberapa artikel kalo kurangnya waktu istirahat di malam hari itu bisa berdampak pada kinerja kita sehari-hari, kalo dipikir-pikir susah juga ya. Rugi. Menurunnya produktivitas seorang mahasiswi seperti gue, rasanya cukup bahaya. Aktivitas padat yang dibarengi dengan intensitas tidur yang kurang dari 7 jam, atau bahkan hanya tidur selama 2 jam sering gue alami. Oh, mungkin ini kali ya yang menjadi penyebab kinerja gue kadang-kadang kurang maksimal. Huuh.

Efek buruk kurang tidur untuk kesehatan yang gue alami ini bisa jadi contoh buat lo semua gaes. Tanda-tanda yang sering gue alami misalnya aja tubuh sering merasa lelah dan mengantuk di saat jam kuliah, konsentrasi sering buyar kalo tiba-tiba diganggu, dan lebih sering menghemat energi, kadang-kadang jadi kurang disiplin,  sering gak suka bertele-tele, dan lain-lain.


Selain itu, demi meningkatkan kewaspadaan gue saranin lo baca efek buruk kurang tidur untuk kesehatan di bawah ini :


Pertama, konsentrasi menurun. 
Kalo lo gak punya cukup waktu tidur, salah satu gejala pertama yang harus diperhatikan adalah kesulitan untuk fokus. Pikiran lo pun serasa sering melayang. Bener gak? Dan yang lebih fatal lagi, kurang tidur, juga bisa membuat seseorang sulit mengambil keputusan.

Kedua, membahayakan nyawa.
Ini bisa menjadi masalah serius dalam beberapa pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi penuh. Gue dan beberapa temen pernah ngalamin hal beginian. Dalam kondisi lelah, aktivitas padat, dan harus pulang larut malam membawa kendaraan sendirian dengan kondisi menahan ngantuk yang amat sangat. Tubuh terasa melayang-layang di atas kendaraan, bahkan seringkali laju kendaraan hampir keluar jalur. Serem ya! Tentu hal seperti ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga bisa menjadi petaka untuk orang lain. Hati-hati.

Ketiga, ingatan lemah.
Kemampuan kita untuk belajar dan menyimpan informasi baru sudah pasti akan terganggu jika tubuh kurang istirahat. Gue sadar untuk itu, gue butuh waktu istirahat yang cukup, gue gak mau lambat laun  menjadi orang yang mudah pikun alias pelupa.

Keempat, mudah emosi. 

Terkadang kalo gue kurang tidur, gue gak suka yang namanya bertele-tele ataupun basa-basi, kelihatannya gue jadi lebih tegas. Kalo lo gak dapet dosis dari tidur malam yang baik, lo pun akan bangun di pagi hari dalam suasana hati yang buruk. Ini persis sama dengan anak-anak jika mereka tidak mendapatkan tidur siang. Anak-anak yang tidak pernah tidur siang, mereka menjadi mudah marah dan cengeng

Tambahan nih, adek tingkat gue (Kumala Zulhijah) sering ngelarang gue supaya gak begadang terus katanya biar gak cepet keriput.

So, mulai sekarang kita harus memperhatikan juga waktu untuk istirahat. 


EFEK KURANG TIDUR ~ INSOMNIA



Gaes, selamat hari Jumat. Barakallah.
Kali ini gue akan mengajak kalian untuk mencoba hal yang baru aja gue coba, hehe.
Sekedar informasi singkat, Intelegent quotient atau IQ ialah angka yang mana menjelaskan tingkat kecerdasan seseorang yang dibandingkan dengan sesamanya dalam satu populasi. Definisi asli dari IQ adalah mengukur kecerdasan dari anak-anak ketika: IQ adalah sebuah rasio dari umur secara mental dibagi umur secara fisik dan dikalikan dengan angka 100. Umur secara mental dihitung berdasarkan dasar dari rata-rata hasil di dalam sebuah tes yang dibagi dalam setiap kategori umur.
(sumber: http://www.quickiqtest.net/indonesian/)


Iseng-iseng gue pengen tau tingkat kecerdasan gue itu sejauh mana dengan mencoba beberapa situs di bawah ini. Mau coba? Silahkan.
Perlu gue ingetin, ketika lo memutuskan untuk mencoba test IQ sebaiknya lo harus santai baik secara fisik ataupun mental. Lo juga kudu serius, biar bisa konsentrasi secara penuh.
Jangan kayak gue. Gue nyobain test IQ itu malem-malem, TV rusak dalam kondisi nyala. Dan tiba-tiba emak gue dateng pengen nonton TV di kamar gue. Itu tuh, biasalah pengen nonton sinetron "Catatan Hati Seorang Istri" yang lagi laris manis di tonton oleh kalangan remaja maupun ibu-ibu bahkan mungkin bapak-bapak juga sekalian biar pada insaf gak berani coba-coba main sama "hello kitty".

Celakanya ketika gue lagi jawab beberapa soal, TV tua itu dikit-dikit mati sendiri, dikit-dikit suaranya gak kedengeran.
Namanya juga orang tua, mak gue nyuruh benerin TV-nya karna takut ketinggalan episode #CHSI itu. Kelakuan gua makin absurd karena gue menjawab pertanyaan-pertanyaan sambil gedor-gedor TV, ya akhirnya gue ngomong sama emak gue, "Benerin sendiri dulu ya mah, TV-nya digoyang-goyangin aja biar jernih lagi"
So, ini hasil Test IQ gue :
Gapapa deh Test IQ gue segini, yang penting gak setara dengan IQ ikan salmon-nya Raditya Dika.

Baca juga ini :
TEST KECERDASAN EMOSIONAL : IQ

MAU COBA TEST IQ?